Sejarah Perusahaan

1970 – Wintermar was incorporated in 1970
Wintermar has built up an excellent track record over 45 years
eurasia baru
Transporting logs in the 1980s
Deliverd 1st Tanker to Pertamina in 1998
Wintermar's first 1500 DWT shuttle tanker in 1998
abs logo
IPO on the Indonesia Stock Exchange
The Company acquired the first 2 PSV in 2011

Pioneering Indonesian flagged Platform Supply Vessels in 2011

Signed agreements with DEG, Mandiri and IFC in 2011
Expanded the Board to include 4 experienced and profesiional Directors
Professional and Experienced Board Directors
12 new vessel in 2013
12 new vessels joined our fleet in 2013
last
“ WM Pacific”, the largest PSV in Indonesia
fuv
PT Fast Offshore Indonesia specialises in Fast Multi-Purpose Supply Vessels
Investor-Award-1

1970-1980

  • PT Wintermar, anak perusahaan dari PT Wintermar Offshore Marine Tbk, didirikan dan memperoleh salah satu dari sembilan izin pelayaran lepas pantai yang diberikan di Indonesia

 

1980-1990

  • Perseroan menyediakan jasa transportasi kayu untuk industri perkayuan

 

1991-1994

  • 1991: Memulai program baru untuk pembangunan, memperbaharui dan mempertahankan umur muda armada kapal
  • 1992: PT Wintermar memperoleh kontrak minyak dan gas pertama dengan Perusahaan minyak internasional, PT Virginia Oil Company

 

1995-2000

  • 1995: Perseroan didirikan dengan nama PT Swakarya Mulia Shipping
  • 1997: PT Wintermar memenangkan tender pertama dari Chevron
  • 1998: Peluncuran kapal Tanker pertama Satria Satu 1500DWLT untuk pekerjaan di Pertamina
  • 1999: Sertifikasi ISM (International Safety Management Code) oleh ABS
  • 1999: Sertifikasi ISM (International Safety Management Code) oleh BKI

 

2001-2004

  • 2003: Menerima sertifikasi ISO 9001:2000 oleh ABS
  • 2003: Merelokasi personil darat ke lokasi kantor baru
  • 2004: Sertifikasi ISPS oleh BKI
  • 2004-2006: Investasi TI untuk mendukung operasional onshore and offshore

 

2005-2010

  • 2007-2009: Divestasi kapal yang bernilai rendah. Menambah armada untuk kapal offshore
  • 2009: Restrukturisasi Perseroan dalam rangka persiapan IPO
  • 2009: Membeli dan membangun lahan baru untuk perluasan kantor
  • 2009: Akuisisi lokasi baru untuk pengembangan pelatihan awak kapal

 

2010-2012

  • 2010: Perseroan mengakuisisi 2 Platform Supply Vessels pertama berbendera Indonesia
  • 2010: Penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia
  • 2011: Memperoleh sertifikasi Integrated Management System oleh Lloyd’s Register Quality Assurance (LQRA) dalam hal kualitas, lingkungan dan kesehatan dan keamanan (ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007)
  • 2011: Memperoleh kredit dari DEG (Deutsche Investitions-undEntwicklungsgesellschaft mbH- lembaga pembiayaan pembangunan asal Jerman) dari Bank Mandiri dan dari IFC (International Finance Corporation – World Bank Group)
  • 2011: Akuisisi 2 unit kapal jenis AHTS (Anchor Handling Tug Supply) dan 11 unit kapal-kapal offshore tipe lainnya
  • 2011: Mendirikan anak Perusahaan: PT WIN Offshore, PT WINPAN Offshore, PT WM Offshore
  • 2012: Akuisisi 2 unit kapal  AHTS 8.000 BHP dan 1 unit kapal AHT
  • 2012: Memperoleh fasilitas Convertible loan limit US$10Juta dari IFC
  • 2012: Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hingga juni 2014
  • 2012: Aliansi strategis dengan PACC Offshore Services Holding Group Singapura

 

2013-2014

  • 2013: Menambah 4 anggota Direksi baru yang profesional dan berpengalaman
  • 2013: Perseroan menambah 12 kapal baru, dengan jumlah investasi senilai US$ 90juta
  • 2014: Perseroan menerima WM Pacific, kapal PSV terbesar berbendera Indonesia
  • 2014: IFC menjadi pemegang saham dari konversi hutang
  • 2014: Perseroan membeli saham perusahaan pelayaran PT Fast Offshore Indonesia sebanyak 51%
  • 2014: Perseroan memenangkan penghargaan sebagai Best Listed Company 2014 kategori sektor infrastruktur dari Majalah Investor
  • 2014: Memperluas jangkauan wilayah pasar ke Negara Myanmar, Brunei dan Vietnam untuk menambah pengoperasian kapal di Thailand, India dan Malaysia